fireflies

fireflies

subhanallah. selalu kagum sama yang namanya kunang-kunang. dari sekian banyak ciptaan-Nya, kunang-kunang adalah hewan paling ajaib yang pernah ada. ketika di sekitarnya gelap, kunang-kunang ada untuk menerangi. meski sinarnya hanya setitik dan berkedip-kedip, kehadirannya selalu aku nanti. setiap malam habis hujan, aku menunggu mereka tersenyum dan menari di ladang sebelah asrama. hey there..

hati-hati kebiasaan SKS terbawa sampai tua :9

hati-hati kebiasaan SKS terbawa sampai tua :9

pagi itu dengan kepala penuh dengan benzena, nukleofil, elektrofil, anilin, nitro, toluen, dkk. yang siap diformulasikan untuk proses mensintesis obat dan ditumpahkan dalam lembar jawaban ujian, aku masuk ke ruang ujian. suara2 calon saintis di sepanjang jalan menuju 9020 sangat santer terdengar. agak jenuh namun masih butuh untuk mengulang apapun yang bisa diulang. semua ini kami lakukan demi mengarang bebas pada ujian dasar-dasar sintesis obat nanti haha.

15 menit berlalu dengan suasana mencekam masih menyelimuti kelas yang makin ramai dengan suara2 ilmu itu. ah, makin tergoda untuk membuka laptop lagi. lumayan bisa menambah barang satu atau dua kalimat baru. oke, aku buka laptop dan mulai mengisi otak dengan beberapa kalimat ajaib yang sepertinya belum pernah aku dengar sebelumnya.

makin lama, rasa bosan menghampiri, ketua kelas dan beberapa teman yang masih bertebaran di depan kelas berhamburan masuk dengan wajah sumringah yang masam. “ujian diundur esok hari karena sang dosen lupa membuat soal.” spontan anak2 famasi yang mayoritas perempuan langsung menggemparkan dunia dengan teriakannya yang melengking. oke, kami batal ujian karena mungkin sang dosen lupa tadi malam tidak membuat soal seperti halnya kami yang tadi malam lupa kalau mata juga butuh terpejam lebih lama..

the failed bebek gar(i)ang

the failed bebek gar(i)ang

sudah hampir 2 minggu kami ngidam yang namanya bebek, wah ini bisa jadi alternatif wiskul (wisata kuliner) selanjutnya. kami disini adalah sekelompok mahasiswi yang hobi berkeliling bandung untuk wiskul, hati-hati jika bertemu kami di sekitar bandung haha *berasa mau ngasih door prize aja*

oke kami tidak tau dimana tepatnya bebek ini diperjualkan hehe. dengan sok tau aku mengatakan bahwa bebek ini warungnya di daerah cisitu. dasar pada ga tau, teman2ku pada inggah inggih. namun tepat sejam sebelum berangkat aku ngobrol dengan seorang teteh dan teteh itu membenarkan mindsetku yang salah tentang letak tempat makan itu. “oooh oke teh”, jawabku dengan memaklumi diri sendiri yang sudah berani mengatakan lokasi yang tak valid.

sesampainya disana, menunya sangat menciutkan nyali. minimal 21ribu harus ditebus untuk sepiring nasi dan bebek

kami : ” oh tak apa sekali-sekali” (dengan tawa kecut)

setelah disajikan, makan dengan lahap, pulang. uang habis dan perut tidak berkompromi. aku pikir rasa makanan yang mahal itu bakal selangiiiiit, tapi ternyata oh ternyata : not bad lah tapi lebih enak ayam goreng 6ribu di dekat asrama ahahahaha. failed !

cerita SMA vs cerita mahasiswa

cerita SMA vs cerita mahasiswa

pernah aku bilang, sewaktu SMA aku sempat menjadi ketua sebuah perhelatan besar. sebuah pensi yang mengundang artis papan atas. NIDJI. semua serba lancar, hingga suatu ketika ada organisai di sekolah yang menghadang kami, inilah yang dikenal dengan nama rohis.

antara panitiaku dan anak2 rohis seperti membentuk dua kubu yang saling mempertahankan idealismenya. aku dengan dalil yang seolah tak terbantahkan dan mendapat dukungan mayoritas berpendapat bahwa acara ini hanya untuk memperingati ultah sekolah dan belajar berorganisasi kok, tidak ada tujuan nyeleneh lain. dan kubu anak rohis dengan dalil bahwa acara ini hanya hura-hura yang lebih banyak membawa mudharat. aku tak habis pikir kenapa mereka repot2 ngurusin acara yang bukan kewajiban mereka? toh kalo mereka tak sepakat, tak perlu datang ke acara pensi ini. as simple as it, right? big NO !

setelah jadi mahasiswa, perlahan aku mulai mengenal dunia yang berbeda, jalan yang lurus insya Allah. di perantauan ini aku sendiri, karenanya aku butuh sandaran yang tak sekadar abal-abal. alhamdulillah aku bertemu dengan orang2 hebat di gamais :”)

bergaul dengan mereka mengubah pola pikirku 360 deratat. aku yang notabene anti-rohis (astagfirullah ckck) mulai mengerti mana yang haq dan bathil. dengan belajar dari teteh2 dan teman2 yang super, aku mulai merasa nyaman menjadi seorang manusia. aku merasa setiap detik yang aku dapatkan ini sangat berharga untuk sekadar dihabiskan dengan hal yang sia-sia. aku merasakan nikmatnya berpisah dengan hal-hal yang berbau adat tradisi dan kejahiliahan. sedikit demi sedikit mataku mulai terbuka, masa laluku memang cukup tak beraturan.

“berpisah artinya berlepas diri : kita telah melepaskan diri dari semua intervensi, tekanan, dan kekangan oleh semua bentuk kejahiliahan dan musuh fitrah.” salim a. fillah dalam sksikan bahwa aku seorang muslim.

tercelup di komunitas ini adalah ketidaksengajaan yang paling indah dalam hidupku. akhirnya aku tau bahwa dulu perselisihanku dengan teman2 rohis adalah sesuatu yang terjadi bagai malaikat dengan setan. naudzubillah, aku menentang ajakan malaikat. aku sangat sadar bahwa muslim adalah saudara dan mengingatkan saudara adalah wajib hukumnya. thanks a lot ma bro and sis and forgive my BIG sins ya Rabb..

“eh, maaf saya kira sudah tidak ada orang”

“eh, maaf saya kira sudah tidak ada orang”

kembali dengan cerita kepolosan #lebih tepat kekocakan sih :D

jadi, kemarin aku UAS matkul 2 SKS. nah UASnya bareng sama matkul 3 SKS yang superhapalan. untungnya, UAS ini jam kedua setelah UAS 3 SKS. alhasil, matkul ini agak teranak tirikan. hehe maaf ya, matkul :p

sejak UAS pertama tadi, rasa kantuk udah tak tertahankan, dan di UAS ini mata udah sangat tak bersahabat. dalam waktu satu jam UAS, aku mengerjakan dengan kilat di 15 menit pertama, setelah itu diisi dengan ketidakfokusan yang hebat di 15 menit selanjutnya.

perlahan, teman2 sudah mulai mengalir mengumpulkan jawaban ke depan. nah saat inilah aku mulai terbangun dan fokus ke jawaban. haha tapi kepala masih berat untuk diangkat. aku masih melirik ada sekitar 3 orang (4 dengan aku) yang belum menyelesaikan kewajibannya. oke, aku masih santai *apalagi aku tidak membawa jam sebagai penanda waktu*. dan tiba-tiba…

kelas sudah sepi, bapak penjaga ujian juga telah meninggalkan ruangan. “wah apa2an ini? mau kemana pak?”, batinku dalam hati. dengan sigap aku langsung turun dari singgasana ujian (aku duduk paling atas di 9019). segera kukejar bapak itu dan menyodorkan lembar jawaban. “pak ini..” (ngomong dengan punggung bapaknya). beliau ga dengaaaaaaaaaar, terus aja jalan. “PAK INI PAK !”, kukeraskan suaraku. bapaknya menoleh sambil meringis, “eh maaf saya kira sudah tidak ada orang.”

sebegitu seperti semutkah aku? -______-

miss you

miss you

miss you MOM, badly :”’)

kemarin ditelpon mama pas lagi ribet2nya ngerjain tugas. hp di meja ujung dan aku belajar di seberangnya, butuh usaha lebih untuk menjangkaunya. akhirnya aku memutuskan tidak mengangkat telpon itu. sedikit rasa bersalah, namun hilang dengan banyaknya tugas yang menumpuk.

sore ini, naik angkot dan kebetulan dihibur oleh pengamen yang memainkan lagu “bunda” dengan biolanya. seketika langsung ingat kejadian kemarin malam. maafkan aku, ma..